
Dolar Amerika Serikat (USD) kembali tertekan pada perdagangan Selasa malam waktu Asia, seiring meningkatnya keyakinan pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga lebih cepat dari perkiraan. Sentimen positif terhadap prospek berakhirnya penutupan pemerintah AS juga mendorong investor beralih ke aset berisiko.
Indeks dolar (DXY) turun ke sekitar 99,5, mendekati posisi terendah dalam tiga bulan terakhir. Pelemahan ini terjadi setelah serangkaian pernyataan pejabat The Fed yang menegaskan bahwa arah kebijakan berikutnya akan sangat bergantung pada data ekonomi yang tertunda selama masa penutupan.
"Pasar mulai menilai risiko bahwa inflasi sudah cukup terkendali untuk memungkinkan pemangkasan suku bunga pertama pada Desember," kata seorang analis mata uang dari Tokyo.
Di sisi lain, penguatan yen Jepang dan euro menambah tekanan terhadap dolar. Yen sempat menguat ke level 145 per dolar, sementara euro menembus level 1,12. Para pelaku pasar menilai, minat terhadap aset berisiko meningkat setelah kabar bahwa Senat AS telah mencapai kompromi untuk mengakhiri penutupan pemerintah yang telah berlangsung lebih dari sebulan.(cay)
Sumber: Newsmaker.id
Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...
Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...
Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...
Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...
Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...